K 3 PADA PEMAKAIAN
KOMPUTER
Pendahuluan :
Pemakaian komputer pada saat ini sudah sangat luas, hampir semua kegiatan
manusia tidak terlepas dari pemakaian komputer. Manusia seolah-olah sudah
sangat tergantung pada kemampuan komputer yang memang diciptakan untuk membantu
aktivitas manusia. Komputer tidak hanya digunakan di kantor-kantor penting, di
lembaga penelitian, di perguruan tinggi atau di perusahaan-perusahaan saja,
tapi komputer juga sudah banyak digunakan di rumah tangga sebagai pengganti
sekretaris pribadi atau dalam rangka membantu meringankan tugas-tugas ibu rumah
tangga antara lain dalam menentukan prioritas pengeluaran anggaran belanja,
menentukan menu masakan hari ini, mencatat segala aktivitas yang perlu diingat
(saking banyaknya acara) dan lain sebagainya.
Walaupun sudah banyak manfaat yang dapat diperoleh dari pemakaian komputer,
namun belum banyak yang menyadari bahwa pemakaian komputer juga dapat
menimbulkan masalah tersendiri. Masalah yang dimaksudkan adalah
penyakit-penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh pemakaian komputer,
terutama bila bekerja dengan komputer dalam waktu yang lama secara terus
menerus. Tulisan ini dimaksudkan sebagai bahan masukan yang perlu diperhatikan
oleh para operator komputer maupun para manajer, agar produktivitas kerja para
operator komputer tetap tinggi, tanpa ada kehilangan jam kerja karena sakit
yang ditimbulkan oleh penyakit akibat kerja yang disebabkan oleh pemakaian
komputer. Dengan kata lain, pemakaian komputer hendaknya dapat menciptakan
beban kerja menjadi ringan dan suasana kerja menjadi nyaman, sehingga semua
orang betah bekerja dengan komputer.
Sumber Penyakit akibat Kerja pada Komputer
Komputer sebagai alat bantu yang banyak digunakan manusia, ternyata dapat
menimbulkan penyakit akibat kerja seperti halnya pemakaian mesin pada kegiatan
industri. Komputer dapat menimbulkan penyakit akibat kerja, disebabkan karena
komputer sebagai bagian dari teknologi informatika mengalami percepatan yang
sangat cepat sejak komputer ditemukan pertama kali. Percepatan teknologi
informatika berlangsung hanya puluhan tahun sejak pertama kali ditemukan,
sehingga bagian tubuh manusia ada yang tidak sempat menyesuaikan dengan
percepatan tersebut. Lain halnya dengan teknologi pertanian yang percepatannya
berlangsung selama ribuan tahun sejak manusia mengenal bercocok tanam, sehingga
bagian tubuh manusia sempat beradaptasi dengan pemakaian alat-alat pertanian.
Sedangkan zaman industrialisasi percepatannya berlangsung selama ratusan tahun
sejak manusia mulai memakai mesin-mesin, sehingga manusia mempunyai waktu yang
cukup untuk memikirkan dan membuat peraturan untuk melindungi tubuh manusia
dari kemungkinan mengalami cedera atau penyakit akibat kerja yang disebabkan
oleh percepatan teknologi komputer yang begitu hebat oleh Alvin Tofler disebut
sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan yang dapat menimbulkan ³culture shock²
bagi manusia. Culture shock tersebut antara lain disebabkan karena perubahan
bentuk komputer dari ukuran yang semula besar berubah menjadi semakin kecil
dengan kemampuan (kapasitas memori) yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan
komputer berukuran besar. Kapasitas memori yang meningkat ini seringkali
digunakan sebagi alat bantu untuk pengganti otak manusia atau alat kecerdasan
tiruan yang memang sangat bermanfaat.
Akan tetapi disamping masalah culture shock tersebut di atas, masalah penyakit
akibat kerja yang disebabkan karena pemakaian komputer perlu pula diperhatikan
dengan seksama agar pemanfaatan komputer benar-benar dapat meningkatkan
produktivitas kerja. Adapun sumber yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja
karena pemakaian komputer adalah peralatan berikut ini:
1. Keyboard.
2. Layar monitor.
3. Meja dan kursi komputer.
4. Printer.
Penjelasan lebih lanjut tentang ketiga peralatan tersebut sebagai sumber
timbulnya penyakit akibat kerja adalah sebagai berikut:
1. Keyboard
Keyboard adalah alat untuk menuliskan perintah melalui aksara dan angka ke
dalam layar monitor yang sebelumnya perintah tersebut diolah secara elektronis
oleh Central Processing Unit (CPU). Bentuk keyboard secara umum sama dengan
tombol pada mesin ketik, perbedaannya adalah jumlah tombol keyboard untuk
aksara, angka dan perintah lainnya lebih banyak dari pada yang terdapat pada
mesin ketik. Data atau perintah dapat dimasukkan ke dalam komputer melalui
keyboard. Jadi keyboard merupakan penghubung antara manusia dan komputer.
Keyboard sebagai penghubung antara manusia dengan komputer merupakan salah satu
sumber penyebab penyakit akibat kerja selain disebabkan karena layar monitor,
meja dan kursi komputer maupun printer, yang pada urnumnya berupa nyeri otot.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap suatu perusahaan yang banyak
menggunakan komputer yaitu perusahaan asuransi diperoleh data keluhan nyeri
otot akibat pemakaian komputer sebagai berikut: (1)
25 % karyawan mengeluh nyeri pada bahu
19 % karyawan menderita nyeri pergelangan tangan
15 % karyawan mengalarni nyeri pada leher secara berkala
14 % karyawan mengeluh nyeri punggung
Hasil lain diperoleh pada biro pariwisata yang banyak menggunakan komputer,
memberikan data keluhan nyeri otot sebagai berikut:
54 % karyawan mengeluh nyeri pada bahu
32 % karyawan merasakan nyeri pada pinggang bagian bawah
24 % karyawan mengalami nyeri tungkai
18 % karyawan menderita nyeri leher
6 % karyawan mengatakan nyeri kepala, lengan dan pergelangan tangan.
Sudah barang tentu data-data nyeri otot tersebut di atas adalah merupakan
gabungan nyeri yang disebabkan oleh keyboard, layar monitor, meja dan kursi
komputer serta printer.
Untuk mengetahui mengapa keyboard dapat menyebabkan keluhan nyeri otot, ada
baiknya untuk melihat terlebih dahulu beberapa bentuk keyboard yang pernah
diciptakan sejauh ini, yaitu:
a. Keyboard jenis QWERTY yang dibuat pertarna kali pada tahun 1873 oleh
Perusahaan Remington untuk keperluan mesin ketik. Nama QWERTY diambilkan dari
deretan huruf pada baris paling atas. Hampir semua komputer mengunakan keyboard
jenis Qwerty. Sejak awal keyboard Qwerty diciptakan tidak memperhatikan masalah
ergonomi, sehingga sangat memungkinkan timbulnya gangguan atau keluhan terhadap
tubuh manusia dan lebih jauh lagi dapat menjadi penyebab penyakit akibat kerja.
Keyboard Qwerty ternyata belum memberikan beban yang sama untuk jari- jari
tangan kiri dan tangan kanan. Untuk orang yang biasa bekerja dengan tangan
kanan (right handed) ternyata tangan kiri hanya berfungsi 60 % dari waktu yang
disediakan walaupun sudah menggunakan pengetikan sistim 10 jari akibatnya
tangan kanan akan lebih cepat lelah. Tombol- tombol yang ada pada baris tengah
yang paling mudah dicapai oleh jari tangan kanan maupun kiri ternyata hanya
ditekan 30 % dari waktu pengetikan, sehingga jari-jari lebih sering melompat ke
baris atas maupun ke baris bawah dan ini akan menimbulkan beban tersendiri pada
pergelangan tangan. Untuk pengetikan dalam bahasa Inggris yang banyak
menggunakan huruf: a, e, h, i, l, n, o, r, s, t (10 huruf utama), ternyata
hanya 4 buah huruf yang berada di baris tengah dan ini akan menambah beban
kerja pada jari karena jari lebih sering melompat ke baris atas dan bawah.
Selain dari itu, perintah-perintah tambahan pada keyboard sebagian besar
terletak pada bagian kanan keyboard yang berarti akan menambah beban kerja pada
tangan kanan. Dengan demikian maka beban kerja pada jari tangan kanan dan
tangan kiri belum bisa seirnbang, akibatnya sudah barang tentu adalah keluhan
nyeri otot.
b. Keyboard jenis DVORAK yang dibuat pada tahun 1936. Keyboard Dvorak
diciptakan berdasarkan prinsip kerja biomekanis dan efisiensi. Susunan letak
tombol huruf lain dengan jenis Qwerty yaitu dibuat sedemikian rupa, sehingga 56
% ketukan ada pada tangan kanan dan jari-jari yang bekerja lebih banyak adalah
jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Huruf-huruf yang ada pada baris
tengah lebih sering diketuk kira-kira sampai 70 % dan perpindahan antar baris
hanya sekitar 10 % sehingga kelelahan jari-jari sangat banyak berkurang.
Walaupun keyboard jenis Dvorak sudah lebih baik dari pada jenis Qwerty, akan
tetapi karena kalah duluan dalam hal pemasarannya dengan jenis Qwerty dan
kalaupun harus diganti dengan jenis Dvorak, maka perlu pelatihan baru dan ini
berarti biaya tambahan yang harus disangga oleh Perusahaan pembuat keyboard
Dvorak. Kemungkinan untuk laku menggantikan keyboard yang sudah ada belum dapat
dipastikan sehingga keyboard jenis lama (Qwerty) masih tetap digunakan.
c. Keyboard jenis KLOCKENBERG dibuat dengan maksud menyempurnakan jenis
keyboard yang sudah ada, yaitu dengan memisahkan kedua bagian keyboard (bagian
kiri dan kanan). Bagian kiri dan kanan keyboard dipisahkan dengan sudut 15
derajat dan dibuat miring ke bawah. Selain dari pada itu, keyboard Klockenberg
tombol-tombolnya dibuat lebih dekat (tipis) dengan meja kerja sehingga terasa
lebih nyaman untuk bekerja. Keyboard Klockenberg tampak lucu karena dipisahkan
bagian kiri dan kanannya dan relatif lebih banyak memakan ruang. Walaupun
demikian keyboard Klockenberg sudah lebih baik dalam hal pengurangan beban pada
jari dan lengan, sehingga nyeri otot pada bahu dan pergelangan sangat
sedikit.Dari ketiga macam keyboard tersebut di atas, ternyata keyboard Qwerty
yang tetap diusulkan sebagai keyboard resmi. Hal ini diperkuat dengan keputusan
Amerika Serikat melalui Standard Institute pada tahun 1968 dan melalui ISO pada
tahun 1971 yang menetapkan untuk tetap menggunakan keyboard Qwerty. Reputusan
ini lebih banyak berdasarkan pada masalah ekonomi yaitu mengurangi biaya
pelatihan baru bila harus memakai keyboard jenis Klockenberg maupun jenis
Dvorak, sehingga masalah nyeri otot masih tetap akan muncul pada pemakaian
keyboard Qwerty.
2. Layar Monitor
Bekerja dengan komputer ternyata dapat mengalami penyakit akibat kerja yang
berasal dari layar monitor. Mata adalah organ tubuh yang paling mudah mengalami
penyakit akibat kerja, karena terlalu sering memfokuskan bola mata ke layar
monitor. Tampilan layar monitor yang terlalu terang dengan warna yang ³panas²
seperti warna merah, kuning, ungu, oranye akan lebih mempercepat kelelahan pada
mata. Selain dari itu, pantulan cahaya (silau) pada layar monitor yang berasal
dari sumber lain seperti jendela, lampu penerangan dan lain sebagainya, akan
menambah beban mata. Pencahayaan ruangan kerja juga berpengaruh pada beban
mata. (1,3)Pemakaian layar monitor yang tidak ergonomis dapat menyebabkan
keluhan pada mata. Berdasarkan hasil penelitian, 77 % para pemakai layar
monitor akan mengalami keluhan pada mata, mulai dari rasa pegal dan nyeri pada
mata, mata merah, mata berair, sampai pada iritasi mata bahkan kemungkinan
katarak mata. Bila operator komputer menggunakan soft lens (lensa mata),
kelelahan mata akan lebih cepat terasa, karena mata yang dalam keadaan
memfokuskan ke layar monitor akan jarang berkedip sehingga bola mata cepat
menjadi kering dan ini menyebabkan timbulnya gesekan antara lensa dan kelopak
mata. Ruang berpendingin (AC) akan lebih memperparah gesekan tersebut, karena
udara ruangan ber AC akan kering sehingga air mata akan ikut menguap.
Akhir-akhir ini banyak dijual kaca filter untuk layar monitor yang dipromosikan
sebagai filter radiasi yang keluar dari komputer. Menurut hasil penelitian yang
penulis lakukan, untuk operator komputer yang bekerja 8 jam per hari terus
menerus, ternyata radiasi yang keluar dari komputer (khususnya sinar-X) sangat
rendah yaitu sekitar 0,01739 m Rem per tahun. Harga tersebut jauh lebih rendah
dari pada radiasi yang berasal dari sinar kosmis dan dari radiasi bumi
(terresterial radiation) yang berkisar 145 m Rem per tahun. Sedangkan laju
dosis radiasi yang diizinkan untuk masyarakat umum adalah 500 m Rem per tahun.
(20 Oleh karena itu operator komputer yang bekerja 8 jam per hari, tetap aman
terhadap kemungkinan terkena bahaya radiasi yang mungkin timbul dari tabung
layar monitor. Sehingga kaca filter yang dijual di pasaran lebih sesuai sebagai
filter kesilauan (glare) dari cahaya layar komputer, bukan sebagai filter
radiasi. (2)
Untuk mengurangi keluhan pada mata, saran berikut ini akan sangat berrnanfaat
bagi operator komputer dan juga para manajer dalam menata ruang kerja yang
nyaman, yaitu: Letakkan layar monitor sedemikian rupa sehingga tidak ada
pantulan cahaya dari sumber cahaya lain seperti lampu ruang kerja dan jendela
yang dapat menyebabkan kesilauan pada mata.
Agar mata dapat membaca dengan nyaman, letakkan layar komputer lebih rendah
dari garis horizontal mata dengan membentuk sudut hurang lebih 30 derjat.
Keadaan ini dapat dicapai bila pusat layar monitor terlettak sekitar 25 cm dari
garis horizontal mata sehingga mata akan mengarah ke bawah (ke layar monitor).
Jarak layar monitor dengan mata sekitar 40 cm. Posisi demikian akan sangat
mengurangi kelelahan pada mata.
Buatlah cahaya latar layar komputer dengan warna yang dingin, misalnya putih
keabu-abuan dengan warna huruf yang kontras. Hindari penggunaan font huruf yang
terlalu kecil (kecuali terpaksa). Font huruf yang termasuk norrnal adalah font
12, lebih kecil dari ini mengakibatkan mata akan cepat lelah membacanya.
Resolusi layar monitor sudah barang tentu sangat berpengaruh terhadap ketajaman
huruf maupun gambar. Layar monitor SVGA akan jauh lebih baik dari pada layar
monitor VGA apalagi dengan yang monokrom.
Agar mata tidak kering, sering-seringlah berkedip dan sesekali pindahkan arah
pandangan mata ke luar ruangan. Bila perlu usaplah kelopak mata secara lembut
(memijit ringan bola mata).
3. Meja dan Kursi Komputer
Meja dan kursi komputer adalah alat penunjang kerja yang sangat berpengaruh
terhadap kenyamanan kerja operator komputer. Kelelahan kerja akan cepat timbul
bila meja dan kursi tidak memenuhi persyaratan kerja yang baik (tidak
ergonomis). Meja komputer yang baik adalah meja yang dilengkapi dengan alat
sandaran kaki (foot rest) dan bawah meja memberikan ruang gerak bebas bagi
kaki. Tinggi meja komputer yang baik adalah sekitar 55 - 75 cm (disesuaikan
dengan ukuran kursinya dan juga disesuaikan dengan tinggi operatornya).
Kursi yang baik adalah kursi yang dapat mengikuti lekuk punggung dan
sandarannya (back rest) serta tingginya dapat diatur. Tinggi kursi adalah
sedemikian rupa sehingga kaki operator tidak menggantung pada saat duduk. Kaki
yang menggantung akan cepat menimbulkan kelelahan. Selain dari pada itu, kursi
operator komputer yang baik adalah kursi yang dilengkapi dengan 5 kaki dan
diberi roda, sehingga tidak mudah jatuh dan mudah digerakkan ke segala arah.
Hal ini penting agar operator dapat leluasa menggeliat / meregangkan tubuh dalam
rangka mengurangi kelelahan.Selain dari pada itu, kelelahan akan sangat
berkurang bila meja dan kursi dapat diatur sedernikian rupa sehingga pada saat
bekerja sudut antara tangan dan lengan membentuk sudut tumpul (lebih dari 90
derajat) sedangkan kaki dapat bersandar pada sandaran kaki serta kaki dapat
leluasa bergerak di bawah meja, seperti tampak pada Gambar 3. (3) : Sikap duduk
yang nyaman untuk bekerja dengan komputer
4. Printer
Printer sebagai alat pencetak hasil kerja dengan komputer ternyata dapat pula
menimbulkan kelelahan kerja. Operator komputer seringkali merasa terganggu
karena kebisingan yang ditimbulkan oleh mesin printer. Printer yang baik pada
umumnya tidak menimbulkan kebisingan, sedangkan printer yang tidak baik
kebisingan yang ditimbulkan cukup tinggi.
Printer yang menggunakan sistim buble jet kebisingannya relatif lebihrendah
bila dibandingkan dengan printer sistim dot matrix. Saat ini printer yang
paling rendah kebisingannya adalah sistim laser printer. Kebisingan yang tinggi
dapat mempengaruhi syaraf manusia dan hal ini dapat berakibat pada kelelahan
maupun rasa nyeri. Adapun batas kebisingan yang diizinkan untuk bekerja selama
kurang dari 8 jam per hari adalah 80 dB. Sedangkan ruang kerja yang ideal
adalah dengan kebisingan sekitar 40 - 50 dB. (4) Apabila di dalam ruang kerja
terdapat mesin pendingin (AC), maka kebisingan akan bertambah selain dari suara
printer. Masalah kebisingan ini kiranva perlu diperhatikan juga agar penvakit
akibat kerja dapat ditekan sekecil mungkin.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka aspek keselamatan kerja perlu
diperhatikan walaupun bekerja dengan komputer yang sepintas tidak tampak
kemungkinan adanya gangguan yang dapat menimbulkan dampak penyakit akibat
kerja. Penelitian lebih lanjut mengenai aspek keselamatan kerja pada pemakaian
komputer masih perlu dilakukan agar dapat diperoleh informasi yang lebih
lengkap. Pengalaman para operator komputer di lapangan kiranya akan dapat lebih
melengkapi tulisan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kami dengan sangat berharap menginginkan komentar anda, komentar anda sangat penting buat kami. baik maupun buruk akan kami menerima dengan lapang dada